Lost and Waiting to be Found

Let's get lost

Let's get lost
Showing posts with label penggalancerita. Show all posts
Showing posts with label penggalancerita. Show all posts

Nov 13, 2012

Sepenggal Cerita

"Kau bermuka masam lagi"
"Heh? apakah terlihat begitu? lagi? memang nya selalu begitu?"
"Tidak selalu, namun aku tak pernah cukup beruntung untuk dapat melihat senyum mu"
"Oh tutup mulut mu!"

*      *       *

Orang gila, mereka ada dimana mana, memotong langkah mu, meminta uang mu dengan paksa, mendorong mu di bus kota, mencuri ide mu, dan memberi mu nilai D. Aku hidup di sekeliling mereka dan rasanya aku sudah benar-benar menjadi gila.

Kupercepat langkah ku, bis kota yang ku tumpangi sudah berhenti di pemberhentian terkahir nya, tempat kumuh, bau pesing yang suatu saat ingin sekali kuledak kan. Oh, kapan sih para aparat bodoh itu menembaki kepala orang-orang tak berguna ini? berhenti semaunya, dan aku benci.

Oh ya, aku membenci banyak hal, terlalu banyak bahkan.
kau lebih baik menanyakan apa yang aku suka, akan lebih mudah menyebutkannya. tapi, siapa juga yang mau tahu sih?

Angkot yang kutumpangi berhenti di seberang taman kecil yang asri, supir nya bahkan tak mau repot-repot untuk menepi. Aku berjalan santai menyusuri jalan setapak menuju sebuah kursi kecil,  reot dan terlihat kesepian, angin berhembus agak kencang, membawa kabar mendung, dari tetesan hujan yang bersiap turun, satu dari sedikit hal  kusukai.

Hai, nama ku Rascha,
Aku tidak percaya kepada siapapun kecuali awan mendung,
aku tidak mempunyai siapapun kecuali burung-burung gereja kecil yang selalu mampir ke jendela kamar ku, mengais remah-remah roti.
Aku sendiri dan kau kasihan kepadaku? oh tidak perlu.
Simpan saja untuk yang mau perduli.

*             *               *




Read More

May 5, 2012

Pesan dari Ayah

guys, tolong bantu vote lanjutan cerita gue ya di link berikut : 


Judul Chapter: 
Pesan dari Ayah
Ringkasan Chapter: 
Paman Bobby menyadari tatapan Henry dan tersenyum ramah kepadanya. "Kemarilah, Nak. Mari bertukar cerita,"
Paman Bobby membantu Henry, mendorong kursi roda bocah itu ke dekat bangku taman.
Henry menatapnya dengan semangat, rasa penasaran dan gairah menyatu dalam ekspresinya.
"Jadi Henry, bagaimana kabar mu hari ini?," tanyanya tersenyum ramah, tangannya sibuk merapihkan selimut yang tersampir di pangkuan Henry, memastikannya agar tetap hangat.
"Aku baik, Paman!baik sekali," jawab Henry riang.
"Kemana saja paman beberapa hari ini? kenapa tidak  pernah menemui ku lagi?," tanyanya. Ada menuduh dan kekecewaan dalam suaranya, dan paman Bobby dapat menangkapnya dengan jelas.
"Ah, aku tentunya sibuk sekali, wahai sobat kecil. Kau tahu? membereskan ini dan itu," jawab paman Bobby.
Senyumnya mengembang lucu, penuh rahasia.
"Ah ceritakan padaku, paman! apa aku bisa membantu?," tanya Henry penuh semangat.
"Tentu saja bisa. Tapi kurasa hal pertama yang harus kaulakukan adalah cepat sembuh dan setelah itu baru kita lakukan ini dan itu", ia mengacak rambut Henry pelan. 
Rambut ikal itu terasa sangat lembut diantara jari jemarinya. Mengingatkannya akan banyak hal, membuatnya merindukan sesuatu.
"Paman, kapan ayah akan datang?" suara Henry membuyarkan lamunannya.
"Secepatnya, kurasa. Ayahmu sedang dalam perjalanan, Henry," Senyum ramah mengembang di wajah pria itu, tapi tidak ada senyum dari pancaran mata nya. 
Tatapan yang dalam dan gelap, menggambarkan kepahitan macam apa yang pernah terjadi pada dirinya.
Tapi tentu saja, Henry tak akan sempat memperhatikan hal semacam itu. Ia kini sibuk melonjak gembira di kursinya. Ayah nya akan datang! menjenguknya!
Mau tak mau paman Bobby pun ikut tersenyum melihat tingkah polah anak itu.
"Ssst, jangan terlalu ribut, atau suster Ann akan menghukum kita," paman Bobby menenangkannya, meletakannya jari telunjuknya di depan bibirnya. Memasang tatapan jenaka dan penuh rahasia.
Henry mengikutinya. "Oh, aku terlalu senang sampai lupa pada suster Ann, tapi bila ia menangkap kita, tentu paman bisa menghalanginya kan, paman kan bisa melakukan apa saja," kata bocah itu sambil cekikan.
"Aku membayangkan paman mengubah suster Ann menjadi sebuah balon besar dan membiarkannya terbang tinggi ke angkasa," Henry masih tertawa. Mata nya berbinar .
piip piip
Tawa mereka terusik oleh suatu bunyi.
Paman Bobby mengeluarkan ponsel dari sakunya. Mata nya membaca dengan cepat pesan yang baru saja d terimanya.
"Ada pesan dari Ayah untukmu Henry", ia memberitahu Henry.
Mata nya belum beralih dari layar ponselnya. Satu pesan yang baru saja ia terima.
Ia mengecek pengirimnya :
 'SURGA'

Read More

May 4, 2012

Lelaki Hujan

Tes..



Tetesan pertama hujan jatuh tepat di atas hidungku. Aku menengadah ke atas, langit gelap, angin berhembus, perlahan bumi seperti diserang oleh ribuan titik-titik kecil yang jatuh dari langit.
Wangi tanah yang basah, suara angin, hempasan udara disekitar ku, oh betapa aku menyukai hujan.
Perlahan aku berlari, bersama hujan yang mengelilingiku, melawan angin dan menjejakkan kaki ku cepat-cepat di aspal yang basah.
Sudah lama aku menanti hal ini, sejak musim kemarau menghantui ku, menyedot seluruh energi dan kebahagiaan ku, kini tetesan pertama hujan yang jatuh tepat di atas hidungku, turun deras kini, membawa kebahagiaan dan energi berlebihan yang begitu menjajikan.
kuhentikan langkahku, dan menunggu.

Mungkinkah sosok itu muncul lagi? sosok lelaki berjaket tebal yang kulihat di tengah hujan hampir setahun lalu. yang menatapku dengan tatapan aneh. sendu, rindu, kebencian.
Aku tidak mengenalnya, bahkan tak sempat menghampirinya.
kalau saja mobil sialan itu tidak menabrakku, mungkin aku akan sempat bertanya, siapa dia.

Atau dimana aku pernah mengenalnya?

Kini aku berdiri di pojok jalan sepi itu, meringkuk di depan sebuah toko kosong, dan menunggu. Ntah sampai kapan.

"Mau sampai kapan kau disana hey gadis bodoh!"

Aku malas menengok, paling-paling hanya si tua Robert yang sedang bersembunyi di balik rumah kardusnya.

"Dia tak akan datang. tak akan pernah. pulang saja sana!"

Kali ini kutolehkan kepalaku, memandang ke arah Robert. Lelaki tua yang tinggal di rumah kardus di sekitar pertokoan kumuh ini. Dia sedang asik mengunyah singkong goreng yang ntah darimana di dapatkannya.

Sudah pasti hasil mencuri, ejek ku dalam hati. Gembel seperti itu.

"Kenapa kau menatapku seperti itu?bener kan apa yang aku bilang? sudah sana pergi! kalau orang-orang dari kalangan mu datang lagi kesini, aku yang akan mereka marahi! anak seperti mu tidak pantas berada di daerah ini!" kali ini Robert berseru seraya menggerak-gerakan tangannya, mengusir ku. Singkong goreng yang sedang di kunyahnya, muncrat kemana-mana.

Menjijikkan sekali, aku mengernyit tajam kepadanya.

"Dia pasti datang, sudah tutup saja mulutmu," desisku tajam.

"Hahaha.cinta buta untuk gadis bodoh seperti mu. Kau harusnya masuk rumah sakit jiwa! berhalusinasi. Tidak ada yang akan datang, kau sebut apa orang itu? lelaki hujan? hahaha," tawa Robert makin keras, ia bahkan tak mau repot-repot mengelap mulutnya yang belepotan makanan.

Kini aku beranjak menghampirinya, menyongsong hujan.

"Tutup mulutmu pak tua,atau haruskah aku yang melakukannya?" desisku tajam.

Aku berjalan menjauhinya, menembus hujan yang semakin tebal. Ntahlah mau kemana. Kudengar jelas ia masih menertawakan ku dibelakang sana. Biar saja, aku tak peduli kalau dia tak percaya, aku tak peduli bisa semua orang menganggapku gila. Biar saja, mati disambar petir biar tau rasa!

Aku menghentikan langkahku, kepalaku pusing. Aku berhenti sebentar. Hujan semakin ganas, menampar-nampar puncak kepalaku, dan tiba-tiba aku melihat sosoknya, sosok lelaki berjaket itu.
Lelaki hujan.

Dia berdiri disana, seolah kasat mata. Menatapku dengan tatapan yang sama, campuran kerinduan dan kebencian. Aku terpana dan semakin bertanya-tanya.

dan sebelum aku sempat melangkah untuk menghampirinya, aku menemukan diriku sudah tersungkur di atas aspal.
Kepalaku pusing, lututku berdarah, aku mengerang pelan. Berusaha menggapainya.

 dan sebelum mata ku menutup, dari jauh dapat kudenger jelas, tawa Robert yang penuh ejekan .

"dasar kau gadis gila!"

Aku berusaha membalas perkataannya, dan mendadak semua gelap, kepala ku berat,

dan aku pun pingsan.
Read More

Apr 30, 2011

BAGIAN KEDUA : aku tahu dia begitu berbeda


Pagi ini, lagi-lagi ku lihat dia, ntah mengapa, rasanya aliran darah ini mengalir begitu deras, jantung berdegup tak menentu.
hahaa tak dapat menahan tawa, lagi-lagi dia bertingkah ceroboh, seperti biasa.
 hey, bolehkan aku mendekat dan menyapa?


*        *       *

Part II : Rafca Desta Nugraha


"Carissa Zahra! kamu terlambat lagi".

lagi-lagi nama itu terdengar, sontak aku langsung menoleh dan tersenyum
rupanya dia membuat masalah lagi, pikirku.
ku langkahkan kaki menuju balkon, menatapnya dari kejauhan.
terlihat sosok itu, menunduk lesu di tengah lapangan, 

Aku menatapnya, berjalan lesu menuju gudang perlengkapan, pasti menyapu halaman lagi, pikirku.
 ntah mengapa, aku tersenyum ketika mengatahuinya.
Bukan, bukan karena aku senang bila Zahra di hukum, akan tetapi, setiap tingkahnya, gerak-geriknya, ntah mengapa selalu membuatku tersenyum

Pelajaran pertama sebentar lagi dimulai, ntah mengapa, aku justru bergegas berlari menuju lapangan sekolah, menuju Zahra.

"Raf!mau kemana lo?bentar lagi Bu.Rara masuk,"
aku menoleh, rupanya Ricky, teman sekelasku.

"Hmm, gue sakit perut nih!ijinin ya ke bu Rara?oke rick,?"
tanpa menunggu jawabannya, aku pun segera berlari menuju lapangan sekolah.


*           *          *

Aku tak bisa menahan senyumku ketika menatapnya dari kejauhan.
dia terduduk di tepi lapangan, wajahnya tertekuk, terlihat sangat menggemaskan bagiku.
sapu nya tergeletak tak jauh dari nya, dan daun-daun kering bertebaran di sekitarnya.
lagi-lagi gagal menyapu.
kemarin juga begitu, terlambat setiap hari membuatnya terus dihukum oleh pak Godzali, tapi aku tahu, menyapu adalah hal yang paling tidak bisa dilakukannya dengan benar.

aku pun menghampirinya

"Kalau cara nyapunya kaya gitu, sampai jam pulang sekolah pun, halaman ini juga ngga akan bersih," kataku tiba-tiba.

sontak dia menoleh, wajahnya terlihat marah, tapi lalu tersenyum.

ah lagi-lagi dia terlihat gelisah, apa keberadaan ku benar-beanr mengganggunya?

"Gue ajarin lo cara nyapu yang bener, lo perhatiin nih, ga nyampe setengah jam juga selesai ko," kataku lagi, berusaha menghilangkan kegugupannya.

Dia masih terdiam disana, terperangah menatapku.
apa ada yg salah denganku?
apa dia begitu membenci ku?

"Aww," Zahra menjerit tiba-tiba

Aku menatapnya, khawatir
apa yang sebenarnya terjadi sih?

"Lo kenapa?", tanya ku

"Hmm, ngga papa kok, mata gue... kelilipan, hehe,"
Zahra menjawab pertanyaanku seraya mengucek-ngucek matanya.

Aku tidak begitu percaya, ku tatap ia lagi, makhluk di hadapan ku ini terlihat begitu menggemaskan, ingin sekali rasanya ku hampiri dia untuk memastikan bahwa dia benar-benar baik-baik saja

"Are you, okay?,"
tanyaku lagi, memastikan.
Dia menatapku sesaat, sebelum menjawab dengan begitu lancar

"Fine!thank you!," jawab nya lancar, "and you?,"

ahahaa, aku gagal menyembunyikan senyumku, aku tau dia berbeda, sejak dulu aku tau dia begitu berbeda, tapi aku bahkan tak tau kalau dia bisa menjadi semenggemaskan ini

 "Fine too", jawabku .
"Ternyata elo lucu juga ya.hahaa," aku benar-benar tak mampu menyembunyikan tawaku

Sekilas kulihat wajahnya memerah.
aku tak tau kenapa, apa aku membuatnya tersipu atau apa??
hening lagi

"Jadi, elo masih berminat buat kursus nyapu sama gue, atau mau bengong aja disitu?", tanyaku memecah keheningan.

"Jadi dong, gue ngga sanggup kalo harus nyapuin daun-daun ini sampe besok pagi," jawabnya.

Aku tersenyum mendengarnya, dan segera meraih sapu nya, dan mengajarkannya bagaimana cara menyapu dengan benar.
ini lucu, fakta bahwa, bahkan menyapu saja , Zahra tidak bisa.
tapi, ya aku tau, dia memang berbeda, dan begitu aku bisa berbicara dengannya, rasanya sudah mengenalnya begitu lama.

"Rafca,"
 panggilnya tiba-tiba

aku menoleh 

"ya?,"

"Terima kasih," kata nya seraya tersenyum manis

dia tersenyum, dan demi tuhan aku tidak pernah melihat senyum semanis itu sebelumnya.

Zahra, apa kau tahu bahwa kan selalu mengalihkan dunia ku??

"sama-sama, besok jangan terlambat lagi ya, zahra,".
hanya itu yang dapat ku katakkan.

ya, meskipun jika kau terlambat, aku akan dengan senang hati membantumu, tambahku ku dalam hati.

Dia berjalan menghampiriku, dengan semangat menyapukan sapu nya keseluruh daun-daun.

aku menatapnya dalam diam,

Tuhan, jika ini mimpi, jangan biarkan aku terbangun, bisikku dalam hati


Part II : Rafca, selesai



Rafca : aku tidak masalah dengan hukuman yang kuterima dari bu.Rara karena membolos pelajarannya hari ini. kau tau? itu tidak sebanding dengan kebahagiaan ku ketika dapat menatap wajahnya tadi. aku tahu ini berlebihan, dan orang-orang akan menertawaiku bila mengetahui seorang Rafca, kapten basket andalan sekolah, cowok yang banyak digilai cewe-cewe, dapat bertingkah begitu konyol hanya karena seorang gadis, tapi kau tau? kurasa ini yang namanya cinta dan aku menikmatinya.

Zahra : lagi-lagi aku akan berkata dengan tegas, bila ini mimpi, tolong siapapun jangan bangunkan aku dari mimpi indah ini. ya ampun, aku tau ini pasti mimpi, berbicara dengan Rafca adalah mimpi terbesar ku! ya ampun aku bisa gila. dia menolongku menyelesaikan hukuman pak Godzali yang menyebalkan, dan aku bahkan tidak tahu dia muncul darimana atau apakah dia membolos pelajaran? yang pasti, kau harus tahu, bahwa aku sangaaat senang! aku rela dihukum setiap hari, asal bisa menatapnya terus.apa dia malaikat? oh baiklah aku berlebihan, tapi aku tahu, ini cinta.










Read More

Apr 24, 2011

BAGIAN PERTAMA : Aku berbicara dengannya!!

5 Maret 2011

Dear, Diary

Aku melihatnya lagi tadi, berjalan di koridor sekolah.
dia tampan, mempesona, seperti biasanya.
kau tahu? aku selalu berpikir, ntah kapan aku bisa memberanikan diri, bahkan untuk sekedar menyapanya.
berdiri dalam jarak 1 meter dari nya saja, seluruh syaraf ku terasa lumpuh.
aku bertanya-tanya, apa dia pernah menyadari keberadaanku?


*            *         *

Part 1 : Carissa Zahra



"Carissa Zahra! kamu terlambat lagi!".

Oke, pagi ini terlalu indah, untuk diawali dengan teriakan Pak Godzali. Bahkan burung-burung pun belum mulai berkicau .

Dengan lesu, aku berjalan menghampirinya.

"yayaya, saatnya olahraga pagi," gerutuku pelan.

"Gudang perlengkapan, ada disebelah sana," Pak Godzali menunjuk ke seberang lapangan, tersenyum kecil, yang bagi ku, jelas sekali, dia menertawakan ku .

"Iya Pak, Saya masih belum lupa kok, dan Saya juga masih bertanya-tanya, emang ngga ada hukuman lain ya,  Pak, selain nyapu seluruh sekolah?," tanyaku dengan putus asa.

"Hahaha, sayangnya tidak," jawab Pak Godzali.

 Uh, menyebalkan!

"Sudah, jangan mengulur waktu, cepat ambil sapu mu," perintahnya.


Huaaah, gue murid atau tukang sapu sekolah sih? dengan langkah gontai, Aku berjalan menuju gudang perlangkapan.

"oh, Good morning, Mr.Broomstick, rasanya baru kemarin ya kita bertemu,"
 dengan lesu, ku raih sapu itu.



 *               *             *


Setengah jam kemudian ..


aaaah kenapa daun daun ini rasanya tidak habis-habis sih?
kenapa angin bertiup begitu kencang?
rasanya sudah setengah jam lebih aku menyapu, tapi setengah halaman pun, belum terjamah -,-

dengan putus asa, kuletakkan  sapu itu, masa bodoh dengan hukuman Pak Godzali.
Aku meluruskan kaki ku, dan duduk di tepi lapangan .


"Kalau cara nyapunya kaya gitu, sampai jam pulang sekolah pun, halaman ini juga ngga akan bersih,"

Sontak aku menoleh, 
bersiap melampiaskan kekesalan ku pada orang tersebut,  
sok tau banget sih, mengomentari cara ku menyapu!
Mulutku sudah setengah terbuka saat aku menyadari, siapa yang tengah berbicara kepada ku ..


Rafca!


Ya ampun, ini mimpi!
Reflek ku katupkan mulutku yang sudah setengah terbuka.
Ah bodoh, pasti aku terlihat begitu konyol.


"Hmm, ya gimana ya, aduh, itu," 
ah lagi-lagi aku tidak bisa menyembunyikan kegugupan ku, bila berada terlalu dekat dengannya.

Rafca tersenyum, seraya meraih sapu yang tadi kuletakkan sembarangan.

"Gue ajarin lo cara nyapu yang bener, lo perhatiin nih, ga nyampe setengah jam juga selesai ko," dia tersenyum lagi. 
Manis.
Oh Tuhan, terimakasih telah kau ciptakan makhluk sesempurna ini.

Aku terperangah, 
Rafca bicara padaku!!yaa ampun ini pasti mimpi!!

"Aww," pekik ku pelan.

"Lo kenapa?" Rafca menoleh dan menatapku.

"Hmm, ngga papa kok, mata gue... kelilipan, hehe,"
 reflek aku mengucek-ngucek mataku, berusaha meyakinkannya. 

Tidak mungkin kan, aku jujur padanya, bahwa aku baru saja mencubit lengan ku sendiri, hanya untuk memastikan aku sedang tidak bermimpi?

Hening sesaat

"Are you, okay?," kini dia benar-benar tengah menatapku.

Oh ya ampun, please, jangan menatapku seperti itu, atau aku bisa meleleh saat ini juga, jeritku dalam hati.

"Fine!thank you!," jawab ku lancar, "and you?,"
 ah, pertanyaan bodoh.
 Zahra!kau kan tidak sedang belajar bagaimana cara menanyakan kabar seseorang dalam bahasa Inggris!. 
lagi-lagi aku menyesali kebodohan ku.

Dia tertawa kecil,

 "Fine too", jawabnya .
"Ternyata elo lucu juga ya.hahaa," tawanya lagi.

Dia memujiku, dan dia menertawakanku.
Apa aku harus melompat-lompat kegirangan atau membenamkan wajahku dalam setumpuk daun kering?
Mana yang harus aku lakukan telebih dahulu?

Hening lagi,

"Jadi, elo masih berminat buat kursus nyapu sama gue, atau mau bengong aja disitu?" lagi-lagi Rafca mengejutkanku. 

Ini pertama kali nya aku mengobrol dengannya, mengapa rasanya sudah mengenalnya begitu lama?

"Jadi dong, gue ngga sanggup kalo harus nyapuin daun-daun ini sampe besok pagi," jawab ku mendramatisir.

"okee, lo perhatiin gue ya, sapuinnya yang rapih gini, jangan asal nyapu, jadi nya ketiup angin lagi,"
 dia menjelaskan seraya menyapu tiap lembar daun-daun itu.

Aku memperhatikannya, nyaris tak berkedip

Dia disana, berbicara kepadaku, 
ah kalau begini caranya, aku rela terlambat setiap hari.

"Rafca," panggilku.

"Ya?" ia menoleh.

"Terima kasih," kataku tulus. 
Aku harap senyum ku cukup manis untuk dapat mengalihkan dunianya, walau hanya sedetik saja.

Dia tersenyum lagi, "sama-sama, besok jangan terlambat lagi ya, zahra,".

Aku menatapnya, tak percaya.

Dia tau nama ku! Rafca tau nama ku!

Oh, baiklah, aku tahu aku terlalu berlebihan,

tapi, Rafca TAHU NAMAKU, oh YA AMPUN!!


"tentu," jawab ku riang, setelah jeda beberapa lama.

Dengan riang, aku berjalan menghampirinya, bergegas mencari sebuah sapu lagi, dan menyapu bersamanya.



Tuhan, seandainya ini semua memang mimpi, tolong jangan biarkan aku terbangun, bisikku ..




PART 1, selesai .






ZAHRA, tentang Rafca : "Rafca, aku tak tau sejak kapan aku mulai 
                        mengagguminya, sepertinya sejak pertama           kali aku melihat sosoknya. Rasanya ada yang aneh, berbeda. Semakin aku menatapnya, semakin aku ingin berada di sisinya. Aku tak tahu apa dia menyadari keberadaanku, atau pun mengenal ku, tapi yang aku tahu,aku tidak bisa berhenti untuk tidak menunggunya, menatapnya dari kejauhan, adalah kegiatan favoritku."


Rafca, tentang Zahra : "Zahra, aku tidak bisa berhenti
                        memperhatikannya sejak pertama kali aku melihat sosoknya.Dia berbeda, aku tahu itu. Aku tak tahu apa dia membenciku? Dia selalu terlihat gelisah bila aku berada terlalu dekat dengannya. Belum pernah bertemu seseorang seperti dia, tak bisa berhenti bertingkah ceroboh, tapi diam-diam selalu membuatku tertawa. Menatapnya dari kejauhan, adalah kegiatan favoritku, tapi tentu saja, aku sangat ingin mendekat."
     
Read More

Apr 10, 2011

perbedaan antara tulus, bodoh, dan berlebihan itu, tipis

perbedaan antara tulus, bodoh dan berlebihan itu tipis..

kisah pertama,

ketika aku rela, memanjat pagar, jatuh dari bangku dan kaki sakit selama 4 tahun, atau sekedar berdiri menunggu di perempatan jalan hanya untuk melihat mobilnya, itu tulus, lebay atau bodoh??
tapi saat itu aku senang, aku melakukan semua hal-hal bodoh hanya untuk dapat melihat dia, dan segera menyadari kalau, "untuk dapat menatapmu saja, ternyata bayarannya mahal sekali ya"
walaupun terkadang, apa yg didapat juga tidak sebanding dengan usaha yg telah diperbuat, seulas senyum pun mungkin menurut kamu, ngga pantas untuk aku peroleh.
lantas, tetap mengaggumimu selama 2 tahun, apakah itu namanya tulus, lebay atau bodoh??
tapi kini aku bersykur dan bersorak, aku sudah terbebas dari pesonamu ..

kisah kedua,


kisah terparah dari sebuah ketulusan, dan kebodohan, ketika aku membiarkan diriku ditipu selama bertahun-tahun, berusaha tetap percaya dan ngga ingin menyakiti perasaan siapapun, tanpa menyadari sikap itulah yang menyakiti hati sendiri, dimulai dari nekat ke planethollywood setelah ujian praktek, merelakan pmdk, ke dufan jam 3 sore, hampir diturunin di jalan sama supir taxi, ujan-ujanan mencari rumah seseorang yang tidak pernah ada. ingin tertawa?silahkan.tapi itulah fakta dari ketulusan yang tidak pernah dihargai.
puncaknya lebih parah lagi, semua rasa itu ternyata hanyalah sebuah fiktif, mencintai org yang tidak pernah ada selama bertahun-tahun.
sakit??jangan ditanyaa, butuh lebih dari setahun untuk menerima, bahwa dia yang biasa mengisi hari-hari, sebenarnya ngga lebih dari seorang tokoh rekayasa.
tapi lagi-lagi bersyukur karena kini telah terbebas dari dunia fiktif mu ..

kisah ketiga,


luka nya masih baru, masih basah, ntah mengapa, semakin erat luka ini dibebat, semakin sakit rasanya. dia tidak menipu, dia tidak membuatku kehilangan pmdk, dia juga tidak membuatku harus memanjat pagar, tapi, dia lah luka itu, aku tidak dapat membandingkan lebih sakit yang mana?akan tetapi, semua hal ini selalu membuat ku menyesali diri, mengapa selalu tulus dalam menyayangi seseorang yang belum tentu memiliki perasaan yang sama terhadapku. hal paling berani yang kulakukan hanyalah, berpetualang sendiri menuju kompleks rumahnya, aku ngga akan menyalahkan siapa-siapa, aku hanya menyalahkan diri sendiri yang terlalu bodoh, berlebihan dan tulus dalam mencinta.
aku belum dapat bersyukur, karena rasa ini masih ada, tapi aku tetap bersyukur, karena ak dapat mengenalmu..


ini tiga kisah tentang bagaimana aku mengagumi, menyayangi dan mencintai seseorang .
terlihat sangat ceroboh dalam bertindak, dan selalu berakhir dengan kesia-siaan.
tapi aku tidak pernah membenci ko, tidak sama sekali, kau tahu??
aku yakin Tuhan akan mengirimkan seseorang yang tepat, ntah dalam kisah keempat, kelima, atau ntahlah .
yang pasti, aku tidak menunggu, karena cinta itu tak perlu ditunggu, tapi please jika aku boleh meminta, 
aku ngga mau sakit lagi :")
Read More

the way I LOVE you .

Saturday morning , the first Saturday in March :

terbangun, menggeliat, dan mencari handphone , secara otomatis menggerakan tangan, untuk log in mig33, ntah siapa yg dinanti atau dicari, ngga ada . hanya sekedar rutintas yang ntah sejak kapan mulai kembali gue jalanin.
terpana sejenak, berusaha mengumpulkan nyawa, dan berkonsentrasi pada contact list.
dan, Oh itu dia disana, nick asing itu akhirnya online, berdebat sejenak dengan hati, apakah perlu menyapa duluan, atau tidak??
Sebelum sempat memutuskan, terdengar bunyi 'piip' dan ternyata si nick asing sudah menyapa duluan.
dan tanpa menyadari bahwa percakapan di pagi hari itu kelak akan mengubah seluruh hidup gue, gue pun menanggapi chat tersebut .

Saturday morning, 10.30 :

percakapan dimulai, seraya beranjak ke meja makan, duduk, dan mulai saling mengenal. tiada yang special, tiada getaran di dada, atau rasa senang ketika sedikit pujian terlontar, yang ada hanya perasaan tulus, berteman, dan sedikit nyaman.

Saturday morning 11.30

memutuskan untuk mandi, dengan berat hati beranjak ke kamar mandi, dan ntah mengapa membawa handphone turut serta, berharap tidak melewatkan percakapan yang menyenangkan itu, rasanya sudah lama sekali sejak terakhir kali membawa handphone ke kamar mandi.

Saturday 12.00

berharap dia akan menjadi teman mengobrol yang menyenangkan selama gue di akupuntur, tapi rupanya dia hendak tidur lagi, dan ntah mengapa gue tidak merasa begitu kecewa, saling berjanji akan bertukar cerita lagi di malam hari, percakapan selesai, exit .

Saturday night 20.00

ntah mengapa, secara reflek menunggu, menerka apakah dia akan menepati janji nya atau tidak, sedikit tersentuh ketika dia muncul demi menepati janjinya, tersenyum kecil ketika menyadari dia berusaha sekali untuk bisa mengobrol bersama, speechless ketika mengetahui dia meminjam battery handphone temannya demi dapat chat bersama, merasa ingin memeluk ketika mengetahui dia kedinginan, di hati nya dan raganya. tanpa sadar mulai terjatuh, terjatuh pada cinta.

Saturday night 23.00

percakapan terus berlanjut, sedikit kebingungan ketika dia mulai melontarkan pernyataan-pernyataan yang membingungkan, seputar betapa menyenangkannya bila memiliki cewe seperti gue, tersenyum kecil seraya menguatkan hati, untuk tidak jatuh hati.

Sunday morning 00.00

membujuknya untuk segera pulang, hari kian larut , dan sedikit berharap, seandainya gue ada disana dan bisa menemani dia, ntah apa rasanya ini, mendadak merasa tidak mengenal diri sendiri, jika benar ini yang namanya jatuh cinta, ini jatuh cinta tercepat yang pernah gue alami.

Sunday morning 01.00

ketika pada akhirnya dia memutuskan untuk pulang, berjanji akan menemani selama perjalanan, dan tiba-tiba saja dia offline, berusaha untuk tetap menunggu tanpa alasan yang jelas, merasa heran pada diri sendiri, mengapa gue menunggu? menahan kantuk dan terus menunggu, ntah mengapa mengkhawatirkan, sekiranya dia online kembali, dan gue ngga ada, ntah mengapa, hal itu membuat gue terus menunggu.

Sunday morning 02.30

berkutat dengan rasa kantuk yang luar biasa, memutuskan untuk tidur setelah mengirim sepotong email selamat malam, oh, selamat malam semesta.

Sunday morning 10.00

terbangun di pagi hari, tersadar, baru saja mengalami mimpi buruk dan random, mengadu kepadanya, dan dia menenangkan seraya memeluk, tertegun sejenak, ntah apa namanya hubungan kami ini, tapi gue menikmatinya.

Sunday morning 11.00

kembali bertukar cerita, dan sangat berterima kasih kepada Allah karena telah mengizinkan gue untuk mengenal seseorang seperti dia, kian merasa nyaman dan terbuka, dan kemudian menyadari, in semua baru terjadi selama 2 hari, mengapa rasanya sudah mengenalnya begitu lama?

Sunday 12.00

pamit sebentar kepadanya, untuk sholat dzuhur, merasa begitu bersemangat, dan tertegun ketika selesai sholat ,dia tidak membalas sapaan gue. kian terpukul ketika setelah berdiam cukup lama, dia malah off.


Sunday 13.00

tetap menunggu, sempat mengirim beberapa email, mulai jenuh online tanpa teman, tapi khawatir bila dia online ketika gue off, dan  gue mulai meyadari, kenapa gue harus merasa galau??

Sunday 14.00

memutuskan untuk mandi, setelah appear offline, setalah mandi, ntah mengapa melonjak gembira ketika melihat email dari dia, ternyata dia ketiduran, dan sontak terduduk lesu ketika menyadari dia tidak online lagi, baiklah, hari ini akan diisi dengan menunggu.

Sunday 17.00

masih tetap menunggu, mulai merasa jenuh karena tidak ada teman mengobrol, tapi tetap bertahan, khawatir dia muncul, seseorang tolong jelaskan, sebenernya perasaan apa ini?

Sunday 19.00

masih tetap menunggu, berulang kali menatap nick nya, berhalusinasi sekira nya nick itu berubah warna menjadi hijau, tapi tidak ada yang terjadi. kerap melakukan hal-hal konyol, mulai berdoa khusyu agar dia segera online,dan melonjak gembira ketika nick itu berubah warna menjadi hijau, tanpa sadar, memindahkan nick nya ke contact khusus, lagi-lagi tolong jelaskan perasaan apa ini??

Sunday 20.00

dia muncul, mulai bertukar cerita lagi, mulai merasa rindu dan dia juga merasakannya, ntah mengapa merasa bahagia, walau tau, rasa ini ngga akan terealisasikan. merasa sedikit ngeri untuk mengidentifikasikan perasaan ini. sepertinya, saya telah kejatuhan cinta disaat saya tidak mengharap

Sunday 23.00

percakapan kian berlanjut, semakin hangat dan menyenangkan, dan Tuhan, aku tau sekarang, perlahan, dia mulai merasuk ke dalam hati ku, pikiran dan hidupku, ntah seperti apa rasanya kalau semua ini berakhir.

Monday 16.30

secara reflek kembali menunggunya, berbaring tengkurap menatap layar, mensugestikan nicknya agar segera berubah warna menjadi hijau, ketika tidak kunjung terkabul, perasaan gelisah mulai merasuk, berusaha menyibukkan diri dan menahan diri dari rasa rindu yang ntah sejak kapan mulai menyapa.

Monday 19.30

ketika akhirnya dia muncul, rasanya tidak dapat memercayai mata sendiri, berulangkali mengucek mata hanya untuk memastikan bahwa nick itu telah benar-benar berubah menjadi hijau! sedikit frontal untuk menyatakan rindu, dan tersenyum gembira ketika rasa itu berbalas, hey kau tahu? I think I'm in love with you ..

Monday 20.30

dc yang menerpa, rasanya ingin menangis ketika harus segera berpisah, tersenyum senang ketika menyadari dia online untuk gue, berusaha melawan dc untuk gue, berharap segera datang hari selasa sore, untuk dapat bertukar cerita kembali, selamat tidur mr.R ..

Tuesday 16.30

mulai menyadari kalau dia baru akan muncul pada pukul 19.30 , tapi ntah mengapa rasanya tidak rela untuk melewatkan sedetik waktu saja tanpa nya, maka gue memutuskan untuk menunggunya sejak sore, semakin gue bertahan untuk menunggu, semakin gue menyadari, apa jadi nya kalau dia tidak muncul..

Tuesday 20.00

kali ini muncul lebih larut, tapi ntah mengapa tetap merasa senang, rasanya ingin sekali menangis ketika dc mulai melanda lagi, dan hari itu, percakapan kamu tidak lama, tapi, terima kasih Allah, masih mengizinkan aku untuk berbincang dengannya

Wednesday 20.00

dia kembali muncul, sempat bertanya kepadanya, mengapa dia kerap online akhir-akhir ini? dan hati terasa begitu melambung ketika dia menjawab, dia menyempatkan diri untuk online. ini cinta, ini pasti yang namanya cinta. merasa begitu sedih ketika dia dc dan begitu online kembali, ntah mengapa tidak membalas pvt akan tetapi dia tidak dc sampai tengah malam, ntah apa yang salah, dan akhirnya gue memutuskan untuk tidur dengan mig menyala

Thursday-Friday

dia tidak muncul , merasa resah dan gelisah, dan baru menyadari kalau gue bahkan tidak memiliki nomor handphone nya dan tidak tau harus mencari kemana, perasaan ini sungguh menyiksa

Saturday

melakukan hal bodoh atau gila?? memberanikan diri untuk berkunjung ke rumah seorang teman yang gue tau banget, satu komplek sama dia, meneguhkan hati dengan secuil harapan dapat bertemu dengannya disana ntah bagaimana caranya, online seharian hanya karena tidak ingin melewatkan ketika dia online, dan memberitahunya, gue sedang berada dimana, kian galau dan resah, berulang kali mengecek, sholat dan berdoa agar dia online, tapi dia tidak muncul juga, pulang ke rumah dengan kecewa dan rasa rindu yang kian bertumpuk.

Sunday 15.30

klimaks dari segala rasa, khawatir, rindu, semua bergumul di dalam dada, rasanya ingin menangis atau berteriak, merasa konyol ketika berpikir bahwa belum tentu dia juga merasakan hal yang sama, melonjak gembira ketika dia online, dan akhirnya menangis ketika dia off kembali.

Sunday 20.00

menolak untuk offline sejak sore hanya untuk menunggu dia yang berjanji akan online untuk sekedar bertukar cerita di malam hari, dan ntah mengapa, ada rasa sakit yang menguar di dada ketika menyadari, sampai pukul 01.00 dini hari, dia tidak juga muncul, hari itu ditutup dengan kekecewaan yang mendalam, dan pergi tidur.


Ketika akhirnya dia muncul kembali, dan menjelaskan semuanya kenapa dia sempat menghilang, dan ketika semua pengakuan dan pernyataan itu meluncur dari mulutnya, aku tetap tenang, aku tetap tenang, tersenyum, akan tetapi ada sesuatu yang bergumul di dalam dada.


aku takut, aku takut semua ini hanya sementara dan hanya akan membawa ku kepada rasa sakit dalam jangka waktu yang lama.

aku takut, takut ketika mimpi-mimpi buruk datang, dan tidak ada yang menenangkan ku lagi, mendekapku seraya mengatakan bahwa itu semua hanya mimpi, dan dia akan tetap disini bersamaku..

Seminggu kita jalani yaa, tanpa komunikasi, aku tetep nungguin kamu lho, tapi rupanya semesta berkehendak lain, dan akhirnya, ketika mimpi buruk itu datang, dan aku sadar, tidak ada lagi yang akan memelukku dan meyakinkanku bahwa itu semua hanya mimpi buruk.

semua nya indah, satu bulan ini, indah .
aku isi dengan menunggu dan menunggu, tapi aku ngga akan mengeluh

maafin yaa, karena saat itu, aku ngga mampu menahan semuanya  dan pada akhirnya kita harus pisah .

dan sekarang, rasanya, bisa melihat nick itu berubah warna menjadi hijau saja, rasanya seperti keajaiban :")

I'm sorry for being so needy, that's just because I miss you ..

I love you too much, and it's killing me .

I never know, it's gonna be so hurt to lost someone that I never really had ..

hey mr.R, don't you miss me?? cause I miss you like I never miss anyone in this world .

Could you please stop to ignore me?? because it's hurt to remember that you were nice at me ..


wherever you are, good night mr.R :')

Read More

Feb 15, 2011

er ist ein perfekter Junge

Predikat cowo sempurna, melekat pada dirinya.
siapa yang tidak tau??
wajah tampan, postur tubuh tinggi, dengan badan atletis dan kulit putih.
behel yang menghiasi deretan rapih gigi-giginya, menambah daya tariknya.
dengan potongan rambut pendek, yang khas cowo banget, tentu saja membuatnya dengan mudah dapat merebut hati para wanita.
Belum lagi dengan gaya berpakaiannya yang selalu cool, dompetnya yang diyakini para cewe-cewe, tidaklah tipis, serta predikatnya sebagai kapten basket, shooter andalan, kaya akan pengalaman, karena disertai dengan kebiasaannya berlibur ke luar negeri, nonton pertandingan-pertandingan basket kelas dunia, dan juga talentanya dalam bermusik.
siapa yang tak kenal dia?? si suara emas. Wanita mana yang tak luluh mendengar dentingan pianonya mengalun, diiringi dengan suara emasnya??wanita mana yang dapat menahan pesonanya, ketika melodi-melodi indah terdengar dari petikan gitarnya?
Belum lagi, dengan kepintarannya yang sangat luar biasa, membuat dosen-dosennya begitu menyayangi dia. dengan predikat sebagai mahasiswa di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, menurutmu,siapa yang akan menyepelekannya?

Aku tau dia sempurna, aku bahkan tidak dapat mempercayainya.
bagaimana mungkin Tuhan dapat memberikan semua kesempurnaan dengan hanya terfokus pada satu orang??
tapi itu lah dia, seorang Adlin Raff Avriano .



                                                              *                              *                      *


Sungguh, aku tidak mengenalnya, dan aku berani bersumpah, bahwa aku tidak termasuk ke dalam daftar para fans wanitanya. tapi rupanya, Tuhan berencana lain, aku tidak pernah mengetahui apa yg direncanakan Tuhan untukku . Sampai suatu hal besar terjadi kepadaku..

Read More

Social Profiles

Twitter Facebook Google Plus LinkedIn RSS Feed Email Pinterest
"Let the rain kiss you. Let the rain beat upon your head with silver liquid drops. Let the rain sing you a lullaby.."

Blog Archive

visitors

Popular Posts

Powered by Blogger.

About Me

My photo
you'll know me, someday...

Fellas

your reading companion

Copyright © Hidden Thoughts | Powered by Blogger
Design by Lizard Themes | Blogger Theme by Lasantha - PremiumBloggerTemplates.com