Aku memang pemula untuk urusan hati, pemula untuk berani benar-benar pergi, terlalu dungu untuk tidak menyimpan segala rasa ini sendiri.
Aku melontarkannya lagi dan lagi
aku mengungkapkannya lagi dan lagi.
Dahulu kala, jikalau aku tahu bahwa tidak semua harapan akan selalu menjadi nyata, jikalau kau tidak akan selamanya menjadi tempat ku bertumpu, membisikan kisah-kisah ku, menjadi tempat ternyaman ku,
tempat ku pulang..
Dahulu kala, bila aku tahu bahwa mencintai mu bisa sesakit ini, menyayangi mu bisa sesedih ini, mungkin aku tak kan berhenti, aku tak kan mencoba tuk percaya lagi.
Bahwa tak ada yang lebih sendu dari hilangnya kamu, teman ku, penenang hati ku, yang ku kira akan menjadi masa depan ku.
Lelaki Senja ku..






0 comments:
Post a Comment