Lost and Waiting to be Found

Let's get lost

Let's get lost

Nov 12, 2015

dahulu, mimpi, dan pergi

setelah sekian lama membiarkan nya terlupakan dan membeku, membuangnya dalam gelap malam, atau malah memendamnya dalam hati yang terdalam, kata-kata kini rasanya terdengar semakin klise. tanpa tujuan, tanpa rencana tanpa maksud apapun yang ingin disampaikan. aku hanya ingin membiarkan jari ini menari kembali, menyalurkan apapun itu yang sebelumnya tersimpan dengan rapih di hati, karna kurasa aku tak sanggup lagi.

aku benar-benar membenci kata dahulu, kata yang selalu melampar ku ke masa lalu, yang dengan kejamnya tidak mengijinkan ku memilih tentang apa yang harus kuingat dan tidak kuingat. aku tidak ingin terjebak dalam dahulu, terjebak dalam pengandaian-pengandaian semu, terjebak dalam rasa sakit yang herannya tak pernah hilang, tak ingin terjebak dengan kamu.
karena sudah terlanjur bicara tentang dahulu, apa salahnya bila aku mengingat kamu?
ini gilanya, ini yang kubenci, karena kata itu lagi-lagi membawa pikiran ku kepadamu, kepada kamu yang sudah tak seperti dulu, kepada kamu yang ingin kutinggalkan di masa lalu.
aku tak pernah mengerti dan menyadari sejak kapan ini berubah, sejak kapan aku yang merusak segalanya dengan perasaan-perasaan tak bermutu yang dapat merubah dan menyiksa diri ku sendiri. kamu? aku justru bisa terkejut setengah mati bila kau tiba-tiba peduli..

hari ini hujan, kau tahu? Tuhan sangat baik sekali, terus-terusan menurunkan hujan bagi si penyendiri.  apalagi yang lebih indah dari hujan bagi seorang yang kesepian? ribuan tetesannya yang jatuh dari langit seakan siap menemani para penyepi. menemani dengan ketukannya pada daun jendela, menemani dengan menetes dan bergulir lembut pada jendela kaca, atau sekedar menciptakan deraian indah dari ribuan tetesannya yang menghantam bumi. dan untungnya, tidak ada kamu, tidak akan pernah ada bayangan tentang mu di kala hujan, karena aku ingin menyimpan dan menikmatinya sendiri, tanpa gundah dan resah yang menghantam perasaan, tanpa deraian hujan di pipi. aku ingin menyimpannya untukku sendiri.

Kau tau tidak penyesalan terbesarku? karena jujur aku sendiri bahkan tak bisa menyalahkan keadaan atau pun diriku sendiri, aku yang tak menyadarinya sampai kau benar-benar pergi. aku yang cukup nyaman dengan posisiku di hatimu dan mendadak menjadi terlalu serakah untuk meminta lebih dari itu. tak perlu kau sebutkan pun aku tahu, ini salahku.
walau beribu lirik lagu mengatakan tak ada yang salah dengan hati dan perasaan, tak ada yang bisa menyalahkan cinta yang suka dengan seenaknya datang dan pergi, tapi tetap saja, ini salahku. salahku yang tak pernah menyadari, salahku yang tak pernah bisa menyentuh hati mu. Karena aku tahu ini salahku, maka aku berdiam seperti ini, karena aku tahu itu, makanya kini aku pergi.

kau tahu apa yang lucu dan membuatku nyeri? bahkan setelah aku pergi pun kau tetap masih tak peduli. membuat ku bertanya-tanya tentang perasaan sepihak ini, aku tahu kita tak akan pernah bisa lebih dari itu, hingga kini aku pun masih tak mengerti, apa mau nya hati ini. Namun bisa tidak sedikitnya kau peduli? sedikit saja. Berpura pun rasanya tak apa bagiku. kau membuat ku bertanya-tanya bahkan tentang arti dari persahabatan kita dulu. karena kau yang datang dan pergi sesuka hatimu, membuat ku merasa sangat menyedihkan. kau tak akan sejahat itu untuk melakukan ini terhadapku.

Lantas aku pergi, benar-benar pergi darimu, tak ada kata, tak perlu penjelasan yang hanya akan membuatku lelah dan tak kau mengerti, aku hanya akan pergi, sesederhana  itu. Fakta bahwa kamu bahkan memerlukan waktu seminggu penuh untuk menyadarinya, membuatku tersadar, bahkan persahabatan sepihak rasanya terdengar lebih menyakitkan dari cinta sepihak.

kini aku hanya ingin agar kau behenti muncul dalam mimpi-mimpiku, berhanti memberikan rasa nyeri di dada bahkan saat aku sedang tak memikirkanmu, berhenti muncul dengan seenaknya dalam mimpiku dan tetap mengacuhkan ku, aku hanya ingin pergi, tanpa perlu kau cari, tak harus kau peduli.

0 comments:

Post a Comment

Social Profiles

Twitter Facebook Google Plus LinkedIn RSS Feed Email Pinterest
"Let the rain kiss you. Let the rain beat upon your head with silver liquid drops. Let the rain sing you a lullaby.."

Blog Archive

visitors

Popular Posts

Powered by Blogger.

About Me

My photo
you'll know me, someday...

Fellas

your reading companion

Copyright © Hidden Thoughts | Powered by Blogger
Design by Lizard Themes | Blogger Theme by Lasantha - PremiumBloggerTemplates.com